MARINEDEBRIS.ID

0.101 Kg

Bobot
sampah
terkumpul
Jumlah
Marine Debris
Ranger

6 Orang

4 Lokasi

Jumlah
titik pengambilan
sampah

Data sampah pesisir Indonesia .................................................................................... ....................................................................................

Indonesian coastal marine debris data ...................................................................................... ..................................................................................

Apasih
marine
debris?

Marine debris atau sampah laut adalah benda padat yang dihasilkan oleh manusia secara langsung atau tidak langsung dengan cara dibuang atau ditinggalkan di laut. Penelitian menunjukkan, bahwa sebesar 80% sampah laut berasal dari aktivitas manusia di daratan dan 20% lainnya dari aktivitas manusia di lautan. Saat ini masyarakat Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah per hari dan faktanya sekitar 24% sampah Indonesia tidak tertangani dengan baik. Artinya, ada sekitar 15 juta ton sampah masyarakat Indonesia yang berpotensi mencemari lingkungan, termasuk laut.
Jika kita tidak menghentikan persebaran sampah laut, dikhawatirkan pada tahun 2050 akan lebih banyak plastik dibandingkan ikan di laut (Ellen Macarthur Foundation). Hal itu akan berdampak buruk bagi sistem rantai makanan, menyebabkan biota laut tersangkut, mengganggu jalur pelayaran, dan bahkan membahayakan kesehatan manusia bila mengkonsumsi biota laut yang terpapar bahan kimia berbahaya dari sampah laut. Maka dari itu, sangat penting bagi kita bersama-sama menghentikan persebaran sampah laut dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan rutin melakukan bersih-bersih secara terpilah.

Kenapa sih
harus clean-up?

Kenapa harus
memilah sampah?

Untuk mempermudah membangun sebuah kebijakan yang tepat karena sampah laut di wilayah pesisir Indonesia yang memiliki karakteristik beragam. Sebagai contoh, apabila hasil data menunjukkan bahwa pantai wisata didominasi oleh sampah kemasan makanan minuman, tentu kebijakan yang harus dibangun akan berbeda dengan pantai pemukiman nelayan yang didominasi sampah alat tangkap perikanan. Maka pendataan dan pemilahan sangat penting agar solusi yang kita hasilkan tepat guna dan efisien dalam memerangi sampah laut.

BEST PRACTICE

Supported by